Hubungan dengan ayah bisa menjadi salah satu pengalaman yang membentuk cara kita memahami kasih sayang. Namun, tidak semua anak perempuan tumbuh dengan sosok ayah yang hadir dan dekat secara emosional.
Ada yang tumbuh tanpa kehadiran ayah karena perpisahan atau kehilangan. Ada pula yang ayahnya selalu ada di rumah, tetapi hubungan mereka terasa jauh.
Ketika dewasa, pengalaman itu mungkin memunculkan berbagai pertanyaan.
“Kenapa aku mudah merasa dicintai hanya karena diberi sedikit perhatian?”
“Kenapa aku begitu takut ditinggalkan pasangan?”
“Kalau hubunganku dengan ayah tidak dekat, apakah itu akan memengaruhi hubungan romantisku?”
Pertanyaan-pertanyaan ini tidak selalu memiliki jawaban yang sederhana. Hubungan kita saat dewasa dibentuk oleh banyak pengalaman, bukan hanya hubungan dengan ayah. Meski begitu, memahami pengalaman masa kecil bisa menjadi salah satu langkah untuk mengenali kebutuhan emosional dan pola hubungan yang selama ini kita jalani.
Dalam Hackortu Class “Fatherless Daughter: Mencari Sosok Ayah dalam Cinta yang Salah” bersama Tsana Ulfah U, M.Psi., Psikolog, peserta diajak memahami makna fatherless, termasuk ketika ayah hadir secara fisik tetapi kurang terlibat secara emosional. Kelas ini juga membahas bagaimana pengalaman hubungan dengan ayah dapat berkaitan dengan cara seseorang memandang diri, membangun kedekatan, dan memilih pasangan.

Kita mungkin tidak bisa mengubah pengalaman masa kecil atau membuat orang tua menjadi sosok yang selama ini kita harapkan. Namun, kita tetap bisa belajar memahami kebutuhan diri, membangun batasan yang lebih sehat, dan memilih cara menjalin hubungan yang lebih baik ke depannya.
Kalau kamu ingin mempelajari kembali materi Hackortu Class “Fatherless Daughter”, rekaman kelas, materi, dan Jurnal Tumbuh Kembang bisa diakses di sini.
Hackortu juga mengucapkan selamat kepada para pemenang doorprize Hackortu Class kali ini:
Kurnia Dwi dan Lisna sebagai peserta yang memenangkan doorprize
Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti Hackortu Class secara langsung. Apresiasi sebesar-besarnya untuk para peserta yang selalu semangat untuk terus belajar dan bertumbuh.
Teman Curhat
Jika kamu sedang menghadapi tantangan dalam hubungan/relasi, baik dengan pasangan, anak, maupun keluarga, serta ingin mendapatkan perspektif dari psikolog atau ahli, kamu bisa menyampaikan curhatanmu melalui link berikut:
Curhatan yang masuk bisa menjadi bahan diskusi atau insight untuk konten Hackortu atau materi Hackortu Class berikutnya.
Sampai bertemu di Hackortu Class berikutnya!



