Halo Momim&Dadin! Kita semua pasti pernah dengar pepatah “Lidah tak bertulang tapi bisa mematahkan hati.” Penting sekali menjaga lisan kita dari hal-hal yang dapat menyakiti orang lain, terutama anak-anak kita. Yup, berbicara lembut itu penting banget, lho! Gaya bicara yang santun dan penuh perhatian bukan cuma bikin suasana jadi adem, tapi juga punya pengaruh besar terhadap hubungan kita dengan anak-anak dan orang-orang terdekat.
Kenapa Kata-kata Lembut Itu Penting, Momim&Dadin?
Kata-kata yang disampaikan dengan lembut membuat orang yang mendengar merasa dihargai dan nyaman. Ini menurunkan stres dan meningkatkan ikatan emosional. Penelitian yang dilakukan oleh Farahati (2020) menunjukkan bahwa komunikasi yang hangat dan terbuka memiliki hubungan positif dengan harga diri dan kemampian komunikasi anak.
Momim&Dadin mungkin pernah mengalami, ketika bicara dengan nada tinggi atau keras, suasana rumah menjadi tidak enak dan anak-anak jadi takut atau justru ikut meninggikan suara. Hal ini terjadi karena orang tua adalah role model utama bagi anak. Cara kita bicara membentuk pola komunikasi anak juga.
Ketika kita bicara lembut, anak akan merasa dicintai dan dihargai, sehingga mereka lebih terbuka untuk bercerita dan belajar hal positif. Contohnya, Momim&Dadin bisa mulai dengan kalimat sederhana seperti, “Aku tahu kamu sudah berusaha keras, Momim&Dadin bangga sama kamu.” Kalimat seperti ini membuat anak merasa didukung dan makin semangat untuk berkembang.
Tips Melatih Bertutur Kata Lembut untuk Momim&Dadin
- Tarik napas dulu sebelum berbicara. Kadang ketika emosi naik, kita tanpa sadar berbicara keras atau menyakitkan. Beri jeda sejenak, tarik napas dalam-dalam, pikirkan kata-kata yang ingin disampaikan dengan baik.
- Gunakan kalimat positif. Misalnya, alih-alih berkata, “Kenapa kamu selalu lupa beresin mainan?”, ganti dengan, “Dadin tahu kamu ingin sekali mengerjakan aktivitas lain, tapi kita perlu membereskan dulu mainan yang kamu mainkan sebelumnya.”
- Dengarkan sebelum menjawab. Saat anak atau pasangan berbicara, beri mereka perhatian penuh. Simpan gadget dan arahkan tubuh pada mereka. Kadang, kata-kata lembut muncul karena kita benar-benar mengerti apa yang mereka rasakan.
- Berlatih komunikasi non-verbal. Senyum, tatapan mata yang ramah, dan bahasa tubuh terbuka mendukung kata-kata lembut Momim&Dadin.
- Belajar dari artikel parenting terpercaya. Kalau Momim&Dadin mau belajar lebih dalam, cek artikel tentang kesabaran orang tua, perbandingan parenting tradisional vs modern, dan kesalahan parenting yang umum. Semua ini bisa membantu Momim&Dadin jadi komunikator ulung di keluarga.
Ingat, komunikasi yang lembut bukan berarti kita kalah, tapi justu menunjukkan kecerdasan emosional yang tinggi. Yuk, mulai biasakan bicara dengan lembut demi suasana rumah yang damai dan hangat! Mau tahu cara lengkapnya? Intip juga panduan parenting anak di Hackortu.com ya, Momim&Dadin!