Pernikahan sering kali dimulai dengan banyak persiapan: mengenal pasangan, membicarakan rencana masa depan, mempersiapkan keluarga, hingga hari pernikahan itu sendiri. Namun, ada satu hal yang mungkin belum banyak dibicarakan sejak awal: bahwa pernikahan juga merupakan ikatan hukum yang membawa hak dan kewajiban bagi kedua pihak.
Sayangnya, banyak hal penting dalam pernikahan justru baru dibicarakan ketika masalah sudah muncul. Mulai dari keterbukaan soal keuangan dan utang, pembagian tanggung jawab, campur tangan keluarga besar, hingga persoalan aset dan kewajiban masing-masing pasangan.
Padahal, memahami hal-hal tersebut sejak awal bukan berarti kita sedang mempersiapkan sebuah pernikahan untuk berakhir. Justru sebaliknya, keterbukaan, kesepakatan, dan kesadaran akan hak serta kewajiban masing-masing bisa menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan agar persoalan yang muncul tidak berkembang menjadi konflik yang semakin besar.
Itulah yang dibahas dalam Hackortu Class “Mengapa Pernikahan Berakhir di Pengadilan? Pelajaran untuk Pasangan dan Calon Pasangan” bersama Fauzi Sibarani, S.H., M.H., praktisi hukum keluarga. Dalam kelas ini, peserta diajak melihat berbagai persoalan yang kerap muncul dalam rumah tangga dari pengalaman dan perspektif hukum. Mulai dari komunikasi yang buruk, tekanan ekonomi, KDRT, hadirnya pihak ketiga, campur tangan keluarga besar, hingga ketidaksiapan memasuki pernikahan.
Dalam Hackortu Class kali ini, peserta diajak berdiskusi tentang pentingnya:
- membangun kesepakatan dan membicarakan harapan sejak awal,
- memahami hak dan kewajiban masing-masing dalam pernikahan,
- membangun keterbukaan, termasuk dalam persoalan keuangan,
- mengenali persoalan yang dapat berkembang menjadi konflik rumah tangga,
- serta memiliki kesadaran hukum sebagai salah satu bentuk perlindungan bagi pasangan dan keluarga.

Pernikahan memang tidak bisa dijamin akan selalu berjalan tanpa masalah. Namun, kita bisa masuk dan menjalaninya dengan lebih sadar—tentang siapa pasangan kita, apa yang kita sepakati bersama, serta hak dan tanggung jawab yang kita miliki di dalamnya.
Kalau kamu merasa topik ini dekat dengan kehidupanmu, rekaman kelas, materi, dan Template Perjanjian Pra Nikah Hackortu Class “Mengapa Pernikahan Berakhir di Pengadilan?” masih bisa diakses di sini.
Hackortu juga mengucapkan selamat kepada para pemenang doorprize Hackortu Class kali ini:
Ria Sulistiowati, S.H., M.H. dan Salsabila A. sebagai peserta yang memenangkan doorprize
Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti Hackortu Class secara langsung. Apresiasi sebesar-besarnya untuk para peserta yang selalu semangat untuk terus belajar dan bertumbuh.
Teman Curhat
Jika kamu sedang menghadapi tantangan dalam hubungan/relasi, baik dengan pasangan, anak, maupun keluarga, serta ingin mendapatkan perspektif dari psikolog atau ahli, kamu bisa menyampaikan curhatanmu melalui link berikut:
Curhatan yang masuk bisa menjadi bahan diskusi atau insight untuk konten Hackortu atau materi Hackortu Class berikutnya.
Sampai bertemu di Hackortu Class berikutnya!


