1 Parenting VOC Bikin Mental Anak Kuat

Parenting VOC Bikin Mental Anak Kuat? Mari Cek Kata Ahli!

Hai Momim&Dadin! Pernah denger nggak sih, kalau dulu gaya parenting yang sering diterapkan adalah pengasuhan yang keras dan disiplin ketat? Katanya orang tua zaman dulu percaya bahwa cara ini bisa bikin mental anak jadi kuat. Gaya seperti ini sering disebut gaya parenting VOC, merujuk pada penjajah Belanda yang otoriter. Nah, kali ini kita akan kupas tuntas, bener nggak sih pendekatan itu efektif dan apakah hukuman fisik masih efektif dalam pengasuhan masa kini.

Gaya Parenting Keras, Apakah Selalu Efektif?

Secara logika, disiplin itu memang dibutuhkan agar anak bisa memahami batasan dan aturan. Tapi, apakah disiplin ketat harus berarti gaya parenting yang keras? Studi dari Gershoff & Grogan-Kaylor (2016) menunjukkan bahwa hukuman fisik justru berhubungan dengan hasil negatif pada perkembangan mental anak, seperti meningkatnya agresi dan gangguan hubungan sosial. Jadi, Momim&Dadin, disiplin tidak harus disertai kekerasan fisik.

2 Parenting VOC Bikin Mental Anak Kuat

Mengapa Hukuman Fisik Berisiko bagi Mental Anak

Sebagai orang tua yang kritis, kita harus tahu bahwa melukai anak secara fisik bukanlah tanda cinta. Pakar psikologi anak bahkan memperingatkan kalau hukuman fisik dapat melemahkan kepercayaan diri anak dan menimbulkan ketakutan yang lama kelamaan merusak ikatan emosional.

Penelitian oleh Afifi et al. (2017) juga mengungkap bahwa anak yang mendapat hukuman fisik memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah sosial di masa dewasa. Oleh karena itu, Momim&Dadin, mari kita tinggalkan praktik yang satu ini dan mulai cari cara yang lebih positif dan tidak menyakitkan.

Kedisiplinan Tanpa Kekerasan, Bisa Kok!

Tidak ada orang tua yang ingin anaknya tumbuh dengan rasa takut atau stres. Untungnya, banyak solusi efektif yang bisa Momim&Dadin coba untuk mengajarkan kedisiplinan tanpa menimbulkan luka fisik maupun hati.

  • Gunakan konsekuensi alami & logis: Misalnya, anak lupa merapikan barang untuk ke sekolah, maka besoknya anak perlu waktu lebih lama untuk bersiap dan berpotensi terlambat. Cara ini mengajarkan tanggung jawab dengan tetap menjaga rasa hormat.
  • Fokus pada upaya anak: Memperkuat perilaku positif dengan penghargaan sederhana bisa memotivasi anak lebih baik, misalnya dengan memuji usaha anak. Dibandingnkan mengomentari hal yang masih kurang, lebih baik mengapresiasi usaha anak, baru kemudian mendiskusikan apa yang perlu ditingkatkan.
  • Membuat kesepakatan: Anak akan lebih merasa menjadi bagian dari suatu aturan jika ia terlibat di dalamnya. Dengan terlibat, anak merasa perlu untuk mengikuti aturan tersebut dengan konsisten. Sepakati aturan dan konsekuensi dalam hal-hal sehari-hari bersama anak.

Momim&Dadin yang masih penasaran tentang berbagai kesalahan parenting yang umum dilakukan dan cara menghindarinya, yuk disimak juga! Serta untuk memahami perbedaan gaya parenting tradisional vs modern, yang bisa bantu Momim&Dadin pilih metode terbaik sesuai keluarga.

Kalau ingin tahu lebih banyak tentang apa itu parenting secara lengkap, kami juga punya artikel khusus yang mudah dimengerti.

3 Parenting VOC Bikin Mental Anak Kuat

Yuk, Mulai Parenting Positif!

Momim&Dadin, membentuk mental anak yang kuat itu bukan soal seberapa keras kita mendisiplinkan, tapi seberapa bijak kita mendampingi dan menguatkan mereka secara emosional. Disiplin tanpa kekerasan fisik adalah kunci utama agar si kecil tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan bahagia.

Jadi, daripada pakai hukuman fisik, yuk mulai upgrade cara parenting Momim&Dadin ke arah yang lebih empatik dan berdasar ilmu. Mental anak kuat, hati pun adem!

Semangat terus parentingnya, Momim&Dadin!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *